PENGGUNAAN KEMAJUAN TEKNOLOGI UNTUK MENGATASI PERMASALAHAN PARIWISATA DI KOTA BANJARBARU,KALIMANTAN SELATAN
MUHAMMAD IRFAN PERMANA ( 1103210173 )
Latar Belakang
Kota Banjarbaru adalah salah satu kota di Provinsi Kalimantan Selatan,Indonesia.Kota Banjarbaru dahulu merupakan sebuah kota administratif yang dimekarkan dari Kabupaten Banjar.Jauh dimasa sebelemunya sebagian besar wilayahnya merupakan kawedanan Ulin di dalam Kabupaten Banjar.Kota Banjarbaru berdiri pada tanggal 20 April 1999 Berdasarkan Undang - Undang nomor 9 Tahun 1999.Kota Banjarbaru Memilki Luas Wilayah 371,37 Km² ( 37.130 ha ) atau 3,8 x Luas Banjarmasin atau ½ Luas Kota Jakarta.Banjarbaru Sering memiliki Masalah dengan Pariwisatanya.permasalahan pariwisata ini sangat berdampak kepada Ekonomi Masyarakat dan Pemerintah.
Kota Banjarbaru mempunyai beberapa objek wisata, antara lain Danau Seran, Danau Cermin, Amanah Park, Kebun Raya Banua, Hutan Kota Pinus Mentaos, Mustika Dunia Fantasi, Taman Van Der Pijl, Rumah Pohon, Kampung Pelangi dan Kampung Pejabat, Rumah Jomblo, Bukit Matan Kaladan, Bukit Batas, Bukit Batu, dan Bukit Patra Bulu.Berbagai objek wisata ini sudah mulai dikenal orang terutama melalui media sosial yang menggambarkan langsung bagaimana keindahan lokasi wisata tersebut. Dari banyaknya dampak positif dari objek wisata yang ada di Banjarbaru, tidak akan terlepas dari masalah yang meliputi masing-masing objek wisata itu.Permasalahan umum yang ada adalah akses menuju objek wisata tersebut masih sulit di jangkau sehingga beberapa destinasi wisata pengunjung yang datang hanya sedikit.Permasalahan lain adalah sarana dan prasarana yang menunjang kenyamanan pengunjung belum optimal. Demikian juga dengan pengelolaan sampah.Permasalahan yang ada harus segera dibenahi agar destinasi wisata sebagai penunjang naiknya pendapatan daerah serta bisa mensejahterakan masyarakat berjalan sesuai harapan.
Solusi yang bisa di lakukan adalah peran pemerintah dalam membenahi sektor pariwisata juga diharuskan ada karena pengembangan suatu daerah dapat disesuaikan oleh pemerintah daerah dengan memperhatikan potensi dan ciri khas masing-masing daerah.Sarana dan prasarana merupakan hal yang sangat penting untuk dibenahi. Kemampuan pemandu wisata yang merupakan unsur sumber daya manusia harus ditingkatkan. Keamanan di destinasi wisata tersebut juga harus di perhatikan. Instansi terkait (Dinas Pariwisata) setempat harus melakukan peninjauan untuk memastikan sarana dan prasarana yang ada masih layak digunakan atau tidak. Pengelola destinasi wisata harus punya standar kapasitas maksimum untuk destinasi wisata yang dikelolanya agar tidak terjadi over capacity yang akan berdampak pada kenyamanan, keamanan, dan keselamatan pengunjung.Untuk tempat wisata seperti danau harus disediakan alat-alat penunjang keselamatan seperti pelampung atau jaket keselamatan serta orang yang mampu menghadapi situasi jika ada hal-hal yang tidak diinginkan terjadi. Dinas pariwisata dan juga pengelola wisata harus memonitor harga makanan atau minuman yang dijual agar harganya masih terjangkau untuk pengunjung.
Jika semua hal itu sudah ada di destinasi wisata, destinasi wisata tersebut memiliki daya pikat tersendiri untuk para pengunjung yang akan datang berlibur. Destinasi wisata yang dikenal banyak orang pastinya akan lebih banyak memberikan dampak positif untuk masyarakat setempat maupun untuk daerah tersebut.Maju atau tidaknya suatu daerah sangat ditentukan oleh adanya kemauan untuk melakukan perubahan pada daerah tersebut baik dari pemerintah maupun masyarakatnya.
Pemkot Banjarbaru menggelar Musrenbang RKPD tahun 2019 di Aula Gawi Sabarataan, Senin (8/4). Rancangan RKPD kota berdasarkan rencana kerja hasil forum gabungan SKPD memantapkan keserasian antara rencana awal Renja RKPD yang telah disusun oleh Bappeda Kota Banjarbaru.Walikota Banjarbaru H Nadjmi Adhani mengatakan, Pemkot Banjarbaru inginkan peningkatan infrastruktur dan sumber daya manusia untuk mendukung daya saing sektor pariwisata sebagai penggerak perekonomian.Ada 5 prioritas pembangunan daerah tahun 2019 yakni Banjarbaru dengan SDM yang berkualitas, Banjarbaru dengan infrastruktur kota yang cerdas, Banjarbaru tujuan daerah investasi, Banjarbaru sebagai kota pelayanan yg berkarakter, dan Banjarbaru aman, tertib dan nyaman.
Kalimantan adalah pulau yang sangat kaya, entah itu soal keberagamanan flora dan fauna atau pun mineral tambang. Luasnya areal hutan hujan tropis membuat Pulau Borneo memiliki keanekaragaman flora dan fauna, yang mungkin tidak akan dimiliki oleh pulau lainnya. Namun sayang, dalam beberapa dekade terakhir hutan Kalimantan mulai rusak, degradasi lingkungan terjadi di mana-mana. Sementara itu, kekayaan mineral tambang di Kalimantan juga tercermin dari banyaknya areal pertambangan di setiap daerah. Hanya saja banyaknya areal pertambangan juga turut serta menjadi penyebab utama degradasi lingkungan yang kian memprihatinkan di tanah Borneo.Banyak lahan bekas galian tambang yang ditinggalkan begitu saja, tanpa adanya upaya rehabilitasi lingkungan. Dari beberapa areal pertambangan yang terbengkalai itu lah, mulai bermunculan danau-danau buatan yang kemudian dijadikan sebagai tempat wisata, salah satunya adalah Danau Caramin di Banjarbaru.
Danau Seran
Danau Seran sebenarnya merupakan area penambangan dari PT Galuh Cempaka.
Akan tetapi aktivitas ini sudah tidak berjalan lagi untuk sekarang, meskipun hak milik menyebutkan bahwa sampai tahun 2034 mendatang danau ini masih berstatus perusahaan penambang. Perlu diketahui juga bahwa danau ini terbentuk karena bekas dari galian tambang yang sudah tidak difungsikan lagi.
Sehingga saat air hujan terus turun airnya tertampung dalam galian besar itu dan kemudian menjelma menjadi danau yang luas. Setelahnya masyarakat memanfaatkannya menjadi ladang penghasilan dengan mengubahnya menjadi tempat wisata yang cantik dan alami.
Danau Cermin atau Danau Caramin adalah danau buatan, yang tercipta di atas lahan bekas galian tambang. Seiring berjalannya waktu, kubangan bekas galian yang ditinggalkan itu terisi oleh air hujan hingga akhirnya membentuk sebuah danau. Air di Danau Caramin sangat tenang dan jernih, berwarna hijau kebiruan, yang membuatnya terlihat seperti cermin, karena memantulkan cahaya matahari. Oleh sebab itu, danau yang satu ini dinamakan dengan Danau Caramin atau Danau Cermin.
Jalan Rusak
(Source Gambar : https://banjarmasin.tribunnews.com/2020/05/01/begini-kondisi-kerusakan-jalan-gubernur-syarkawi-terparah-di-perempatan-sungai-lulut-sungai-tabuk)
PEMBAHASAN
Permasalahan Pariwisata di wilayah Banjarbaru,Kalimantan Selatan di sebabkan oleh beberapa Kondisi :
- Akses menuju objek wisata tersebut masih sulit di jangkau ( Jalan Rusak )
- Prasarana yang menunjang kenyamanan pengunjung belum optimal
- Pengelolaan Sampah belum optimal
- Membuat Alat (Mobil) Berbasis Teknologi yang bisa Mengantarkan Pengunjung ke tempat Pariwisata ( Tujuan )
- Memperbaiki Akses Menuju Objek Wisata
- Membuat Alat (Robot) Berbabasis Teknologi yang bisa Membuat kenyamanan pengunjung contohnya : Robot Untuk Keamanan Pengunjung,Robot Penjual belikan Tiket/makanan untuk pengunjung,Mesin Otomatis (Vending) Menjual Makanan/Minuman secara Vending
- Membuat Alat (Robot) Berbasis Teknologi yang bisa Untuk Pengelolaan Sampah pada tempat Pariwisata
- Membuat Alat/Mesin Berbasis Teknologi untuk mendaur ulang/membakar Sampah

Comments
Post a Comment